Pepatah Sunda

Pepatah Sunda merupakan kata-kata dari orang-orang sunda terdahulu yang didalamnya terdapat pepeling atau makna melalui ungkapan yang bisa kita ambil untuk bekal diri kita masing-masing, misalnya supaya dapat lebih baik lagi dalam menjalani kehidupan nanti kedepannya.

Pepatah atau papatah kolot baheula diketahui dan diturunkan secara turun temurun dari masyarakat sunda buhun atau terdahulu dari mulut ke mulut. Namun, dijaman modern seperti sekarang ini, kita bisa dengan mudah membacanya lewat tulisan, dengan adanya media internet seperti pepatah sunda yang akan kamu baca sekarang ini.

Pepatah Sunda Kolot Baheula Dan Artinya

Di bawah ini sudah saya siapkan kumpulan pepatah dalam bahasa sunda yang sudah dilengkapi dengan maksud atau arti dari ungkapan dari pepatah tersebut dari berbagai sumber media yang dapat terpercaya.

Mungkin ini hanya merupakan sebagian contoh kecil saja dari pepatah sunda yang didapatkan dari budaya masyarakat sunda terdahulu yang dapat sampaikan, karna pepatah sunda itu jumlahnya sangat banyak sekali sebenarnya yang tersebar di jawa barat.


Ngeduk cikur kedah mitutur, nyokel jahé kedah micarék, ngagégél kudu béwara.

(Di dalam setiap pekerjaan perlu kita menghormati hak orang lain serta aturan sopan santun yang berlaku. Jika akan mengambil sesuatu harus izin terlebih dahulu kepada yang punya, tidak boleh korupsi, mencuri, dan sebagainya)

Sacangreud pageuh sagolek pangkék

(Harus bisa menepati janji dan konsisten, tidak melanggar kesepakatan, jangan menarik kembali apa yang telah diucapkan atau dijanjikan sebelumnya)

Ulah lanca linci luncat mulang udar tina tali gadang

(Jangan pernah ingkar atau membohongi janji sendiri, kita harus memiliki pendirian yang teguh)

Ulah lali ka purwadaksina

(Jangan lupakan asal-usul kita, jangan merubah adat kebiasaan , jangan menjadi sombong dan angkuh, serta jangan melupakan keluarga sendiri atau berubah perilaku karena telah menjadi orang kaya atau berpangkat tinggi)

Nyaur kudu diukur nyabda kudu diungang

(Jika berbicara jangan sembarangan, segala perkataan harus dipertimbangkan terlebih dahulu sebelum diucapkan, berbicara harus tepat, jelas, dan bermakna. Senantiasa mengendalikan diri dalam berkata-kata)

Kudu hadé gogog hadé tagog, hade omong bari hade lampah

(Harus baik budi bahasa dan tingkah laku, serta harus konsisten dengan perkataan dan perilakunya)

Kudu silih asih, silih asah jeung silih asuh

(Harus saling menyayangi, memberi nasihat, mengayomi dan senantiasa hidup rukun)

Ulah ngaliarkeun taleus ateul

(Jangan menyebarkan perkara atau hal yang dapat menimbulkan keburukan. Jangan menyebarkan omongan kosong yang dapat menimblkan pertentangan, perselisihan, perpecahan. dan Jangan pula menyebarkan isu, gosip, hoax, menghasut, memfitnah, menghujat, dan sebagainya)

Bengkung ngariung bongkok ngaronyok

(Bersama-sama dalam suka maupun duka. Kompak dalam hal menghadapi kesulitan dan segala masalah harus diselesaikan secara bersama)

Bobot pangayom timbang taraju

(Semua yang dilakukan harus penuh pertimbangan)

Lain palid ku cikiih lain datang ku cileuncang

(Bukan hadir karena tanpa tujuan, Biasanya dikatakan bahwa seseorang itu bukanlah manusia sembarangan, dia datang membawa maksud tertentu. Waspadalah!)

Tarajé nangeuh dulang tinandé

(Suatu pernyataan kesetiaan dan siap dalam melaksanakan kewajibban atau perintah, khususnya seorang istri kepada suaminya)

Ulah pagiri- giri calik, pagirang- girang tampian

(Jangan berebut kekuasaan dan syirik. Tidak baik berlomba dalam segala perkara atau hal untuk saling memanas-manasi antara sesama)

Ulah ngukur baju sasereg awak

(Janganlah mempertimbangkan sesuatu hanya dari segi kepentingan pribadi, seseorang dalam kehidupan bermasyarakat tidak boleh hanya memikirkan kepentingan pribadi, sebaiknya dia juga merasakan kesedihan dan kegembiraan orang lain, jangan hanya melihat dari kaca mata sendiri)

Ulah nyaliksik ka buuk leutik

(Jangan mencari keuntungan dari rakyat kecil, jangan memperalat maupun memeras yang lemah, membesarkan perkara yang dapat merugikan rakyat kecil)

Ulah kuméok méméh dipacok

(Jangan kalah sebelum bertanding, Jangan malas sebelum mencoba. Seorang kesatria jangan mundur sebelum dia berupaya keras).

Mun teu ngoprék moal nyapék, mun teu ngakal moal ngakeul, mun teu ngarah moal ngarih

(Bila kita tidak mau berpikirberikhtiar atau berusaha tidak ada yang akan dimakan, dipakai, atau di diami. Segalanya harus dicari dengan menggunakan segala daya yang ada pada kita sehingga bermanfaat untuk kehidupan kelak)

Neangan luang ti papada urang

(Belajarlah untuk mencari wawasan serta pengetahuan dari pengalaman orang lain)

Nu lain kudu dilainkeun nu enya kudu dienyakeun, nu ulah kudu diulahkeun

(Segala sesuatu harus dikatakan berdasarkan dari kenyataan, jangan mengingkari fakta yang terjadi. Senantiasa hidup dalam kejujuran demi kepentingan bersama)

Kudu paheuyeuk- heuyeuk leungeun paantay-antay panangan

(Harus saling tolong-menolong, saling bekerjasama membangun kemitraan. Seia-sekata, ringan sama dijinjing, berat sama dipikul)

Comments

Popular posts from this blog

Deui atau Day atau Hari atau Dzat Gusti

Kujang Dalam Sudut Pandang Sunda Hung